Ini bukan cerita atau bait pengantar tidur. Hanya saja kata itu mengingatkan akan sengatan yang kadang muncul.
Selasa, 24 Juni 2014
Rabu, 21 Mei 2014
Etika Ber'Sosial Media'
Saat
ini, kita dapat menemukan banyak aplikasi jejaring sosial. Jejaring sosial yang
ada pun terus diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Tak jarang,
satu orang dapat memiliki akun di lebih dari 3 aplikasi jejaring sosial. Umumnya,
masyarakat lebih mengenal Facebook dan Twitter. Indonesia termasuk salah satu
negara dengan pengguna Facebook terbanyak.
Jejaring
sosial yang pada dasarnya mempermudah komunikasi antar penggunanya kini kian
disalahgunakan. Banyak juga yang lupa apa tujuan penggunaannya.
Pada
akun Facebook, setiap kali akan menyetujui permintaan pertemanan akan muncul
pertanyaan “Apakah anda mengenal orang ini?”. Seringnya pertanyaan itu
diabaikan. Bisa saja satu akun memiliki teman lebih dari 3000 orang. Namun hanya
sekian ratus yang benar-benar ia kenal.
Dari
banyaknya manfaat yang diberikan, sosial media juga memiliki sisi buruk yang
berasal dari penggunanya. Berikut etika yang harus diperhatikan dalam jejaring
sosial:
Senin, 12 Mei 2014
Senja
Saat hujan tak lagi menyapa
Senja masihkah cerah
Kala langit menutup kelabu
Senja...
Senja...
Masih kah senja ingat ada
pohon yang menantinya
Berharap bermandikan cahaya
jingga
Hangat dalam peluk mesra
Masihkah senja peduli
Pada insan yang memandang
Jingga dipelupuk sisi
Bercengkrama dengan mereka
Melalui angin yang ia
titipkan untuk menyapa lebih dekat
Senja
Ia tak lama
Namun senja tetaplah senja
yang akan tergeser malam
Minggu, 27 April 2014
Sepintas Harap Esok
Hari ini masih libur. Sedikit udara segar sejenak ku jemput
setelah menggua yang cukup lama. Kunjungan beralasan seorang teman merayu ku
tuk menghirup udara jalanan. Tak jauh, hanya 10 menit jalan kaki. Dengan modal
perut lapar jadilah sore ini ku lewati dengan junk food k*****t yang sukses
menyiksa perut. Dibubuhi cerita panjang yang ngalor ngidul. Rasanya diriku
berbeda hari ini. Lebih dingin atau tidak peduli, tidak antusias atau sok cool.
Tak tau apa kata yang tepat.
Cerita masa lalu kawan, sukses buatku ngakak. Apakah
tawa itu tulus atau tidak? Entah, akupun lupa. Mengetahui hal yang semakin
jauh. Pikiran dan impian untuk masa depan. Bagaimana pendamping yang sebenarnya
ia dambakan. Walau ia tidak memaksa harus demikian. Bagaimana ia ingin melewati hari-harinya
kelak. Sejenak ku merasa kami sebaya. Hanya saja, ia jauh lebih banyak tahu.
Menyenangkan.
Sebagai penutup ,satu pesan darinya “Mulailah
memikirkannya ya. Karna kalau ku lihat dirimu bakal lama ini.” Hahaha maksudnya
“Mulailah memikirkan pernikahan atau kau benar-benar akan sangat menikmati
sendiri terlalu lama.”
Selasa, 28 Januari 2014
Untuk Yang Semakin Dewasa
Tanggal berapa sekarang? Bukankah ini hari pentingmu? Aku tak tahu apakah kau masih merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dan keinginan untuk tidak mengucapkan selamat ulang tahun 'lagi' itu kalah.
Mungkin kau orang pertama yang pernah kuberitahu hal ini. Hal yang buat ku berhenti merayakannya. Hal yang buatku ingin berhenti mengucapkannya. Aku lupa kapan itu. Tapi yang pasti kau orang pertama yang tahu tentang ini.
Apa aku pernah bercerita tentang orang-orang baik yang kecewa karena ingin merayakan hari kelahiranku? Mungkin aku lupa menceritakannya atau memang sudah...aaah sungguh aku lupa. Baiknya memang tidak kita ceritakan lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)


